Jumat, 03 Februari 2017

PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN



RESUME 2
PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Pada dasarnya pengertian dari multimedia adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan minat si penerima pesan.

 Menurut Rosch  daam buku M. Suyanto (2005:20) multimedia secara umum merpakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Sementara itu menurut Mc. Cormick dalam buku M. Suyanto (2005 :21) mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi dari paling sedikit dua media input dan output dari data, media ini dapat audio (suara, music ), animasi, video, teks, grafik dan gambar. 

Sehingga berdasarkan uraian beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa MULTIMEDIA merupakan perpaduan dari beberapa elemen informasi yang dapat berupa teks, gambar, suara, animasi, dan video. Program multimedia biasanya bersifat interaktif.

1.       Prinsip Pengembangan Multimedia Pembelajaran

Adapun beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran yang meliputi: prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan, partisipasi aktif peserta didik, dan umpan balik. (Abdul Gafur, 2007: 20-22).

a.       Prinsip Kesiapan Dan Motivasi, menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Sedangkan motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta didik  

b.  Penggunaan Alat Pemusat Perhatian, dalam media pembelajaran dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik untuk fokus terhadap materi pelajaran. Hal ini membantu konsentrasi peserta didik dalam memahami isi pelajaran sehingga penguasaan mereka menjadi lebih baik.

c.    Pengulangan, Informasi atau keterampilan baru jarang sekali dapat dikuasai secara maksimal hanya dengan satu kali proses belajar. Agar penguasaan terhadap informasi atau keterampilan baru tersebut dapat lebih optimal, maka perlu dilakukan bebrapa kali pengulangan. 

d.    Partisipasi Aktif Peserta Didik, proses belajar mengajar akan lebih berhasil manakala terjadi interaksi dua arah antara pengajar dan peserta didik. Partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. 

e.      Umpan Balik, yang diberikan oleh pengajar secara tepat dapat menjadi pendorong bagi peserta didik untuk selalu meningkatkan prestasinya. Untuk itu, pengajar harus memberikan respon umpan balik secara berkala terhadap kemajuan belajar peserta didik

Prinsip-prinsip di atas dapat diakomodasi dalam sebuah media pembelajaran berupa multimedia pembelajaran interaktif dan web pembelajaran

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Sehingga Mayer mendefinisikan ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan pada pembelajaran, yaitu :

1)        Prinsip Multimedia
Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.

2)        Prinsip Kesinambungan Spasial
 Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar atau video, animasi, dll yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.

3)        Prinsip Kesinambungan Waktu
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan atau simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. 

4)        Prinsip Koherensi
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. 

5)       Prinsip Modalitas Belajar
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video, daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.

6)        Prinsip Redudansi
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video, daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan). Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.

7)        Prinsip Personalisasi
Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik  menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis,  oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.

8)        Prinsip Interaktivitas
Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.

9)        Prinsip Sinyal
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.

10)    Prinsip Perbedaan Individu    
Pada 9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.

11)     Prinsip Praktek                               
Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.

12)     Pengandaian
 Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.


DAFTAR PUSTAKA 

Abdul Gafur.2007.Desain Instruksional (Suatu Langkah Sistematis Penyusunan Pola Kegiatan  Belajar dan Mengajar). Solo. Tiga Serangkai
M.Suyanto.2005. Multimedia Alat Untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing. Yogyakarta:Penerbit Andi
Richard E. Mayer. 2001. Mutimedia Learning First Edition.Cambridge University Press  



27 komentar:

  1. Jelaskan maksud dari partisipasi aktif siswa dalam prinsp pengembangan media pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Partisipasi Aktif Peserta Didik ini merupakan salah satu prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran. Dimana proses belajar mengajar akan lebih berhasil manakala terjadi interaksi dua arah antara pengajar dan peserta didik. Partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi pelajaran.

      Hapus
  2. Bisakah anda jelaskan mengapa prinsip pengandaian itu perlu mencakup pada prinsip-prinsip media pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena pada prinsip pengandaian ini menjelaskan materi dengan audio yang akan meningkatkan belajar siswa . Selain itu siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.

      Hapus
  3. jelaskan perbedaan prinsip modalitas belajar dan prinsip redundansi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kedua prinsip ini menjelaskan bahwasanya siswa akan belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video, daripada dari animasi ditambah teks pada layar. Hal ini dikarenakan sangat mengganggu konsentrasi siswa dalam melihat animasi/ video yang ditambah teks kembali. Jangan redudansi maksudnya kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, jangan tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.

      Hapus
  4. jelaskan menurut anda Multimedia yang seperti apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi multimedia yang baik jika memenuhi syarat seperti :
      a. Pengoperasian yang mudah dan familiar
      b. Mudah untuk install ke computer yang akan digunakanan
      c. Media pembelajaran yang interaktif dan komunikatif
      d. Sistem pembejaran yang mandiri artinya siswa dapat belajar dengan mandiri baik disekolah maupun dirumah tanpa bimbingandari guru.
      e. Sedapat mungkin dengan biaya yang ringan dan terjangkau.

      Hapus
  5. Sedikit menambahkan^^
    Media pengajaran digunakan dalam rangka upaya peningkatan atau mempertinggi mutu proses kegiatan belajar-mengajar. Oleh karena itu harus diperhatikan prinsip-prinsip penggunaanya antara lain:
    a.  Media yang digunakan harus sesuai dengan hasil yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang secara umum mengacu kepada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.

    b.     Isi dari media harus tepat untuk mendukung materi pelajaran, agar dapat membantu proses pembelajaran yang efektif, media harus sesuai dan selaras dengan kebutuhan pembelajaran dan kemampuan siswa.

    c.  Media sebaiknya praktis, luwes, dan bertahan. Kriteria ini menuntun para guru untuk memilih media yang ada, yang mudah diperoleh, atau mudah dibuat oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan dimana pun dan kapan pun.

    d.  Guru terampil menggunakan media tersebut. Ini merupakan salah satu kriteria utama, apapun media yang digunakan guru harus mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran. Nilai dan manfaat dari media ditentukan oleh guru yang menggunakannya.

    e.    Pengelompokkan sasaran. Media yang layak dan efektif untuk sebuah kelompok kecil atau perorangan, belum tentu menjadi efektif jika digunakan dalam sebuah kelompok besar.

    f.    Mutu teknis. Pengembangan visual harus memenuhi persyaratan teknis tertentu, misalnya pada sebuah slide informasi utama yang disampaikan tidak boleh terganggu dengan elemen latar belakang.

    BalasHapus
  6. jelaskan menurut pendapat anda apakah Multimedia bisa digunakan dalam pembelajaran di plosok desa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tentu bisa tergantung dari fasilitas sarana dan prasarana yang memadai seperti listrik, perlu diketaui bahwa pada plosok desa banyak yang sudah tersedianya listrik

      Hapus
  7. Apakah prinsip-prinsip ini harus berjalan seluruhnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya tentu karena pada prinsip ini saling berkesinambungan satu sama lain. jadi harus sepenuhnya dilakukan

      Hapus
  8. bagaimana penggunaan multimedia pada daerah terpencil?

    BalasHapus
    Balasan
    1. penggunaan media tergantung dari fasilitas sarana dan prasarana yang memadai seperti listrik, perlu diketaui bahwa pada plosok desa banyak yang sudah tersedianya listrik.

      Hapus
  9. jelaskan prinsip apa yang paling penting dalam multimedia pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya semua prinsip yang disebutkan penting karena semua prinsip ini berkesinambungan satu sama lain

      Hapus
  10. apakah prinsip yang ada bisa menggambarkan seberapa efektifnya multimedia yang dibuat untuk pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya tentu karena berdasarkan prinsip tersebut dapat diakomodasi dalam sebuah media pembelajaran berupa multimedia pembelajaran interaktif dan web pembelajaran. sehingga sudaah cukup efektif

      Hapus
  11. Dari beberapa prinsip yang anda jelaskan menurut anda prinsip mana yang sulit untuk diterapkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. berdasarkan prinsip tersebut menurut saya prinsip semuanya saling memiliki taraf kesulitan yang berbeda jadi jika dikatakan yang mana yang sulit, semuanya sulit karena pada Prinsip-prinsip di atas dapat diakomodasi dalam sebuah media pembelajaran berupa multimedia pembelajaran interaktif dan web pembelajaran

      Hapus
  12. jawaban pertanyaan rahmat : jadi dalam multimedia pembelajaran seluruh prinsip ini harus diterapkan agar diperoleh media yang tepat dan efektif digunakan dalam pembelajran

    BalasHapus
  13. beri contoh prinsip praktek !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Prinsip Praktek Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.

      Hapus
  14. jika nanti anda menjadi seorang guru prinsip manakah yang akan anda gunakan sebagai dasar anda dalam membuat multimedia pembelajaran kimia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebaiknya semua prinsip dapat diterapkan pada multimedia pembelajaran karean semua prinsip ini kerkesinambungan satu sama lain

      Hapus
  15. Jelaskan contoh prinsip Penggunaan Alat Pemusat Perhatian?

    BalasHapus